Skip to Content

Biaya Marketplace Naik, Harga Ikut Naik: Saatnya UMKM Punya Toko Online Sendiri

Pernah merasa harga barang yang sama di marketplace sekarang lebih mahal dibanding tahun lalu? Sering kali penyebabnya bukan bahan baku atau ongkos kirim. Penyebabnya adalah potongan yang diambil platform dari setiap transaksi.

Sepanjang 2025–2026, Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop bergantian menaikkan biaya admin, komisi, dan biaya layanan. Banyak seller tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual. Artikel ini merangkum apa saja yang naik, berapa dampaknya per transaksi, dan cara UMKM menjaga margin tanpa sepenuhnya bergantung pada marketplace.

Apa Saja yang Naik di 2025–2026?

Dalam kurang dari setahun, ketiga marketplace terbesar di Indonesia menambah atau menaikkan lebih dari lima jenis potongan untuk penjual.

Waktu

Platform

Perubahan

18 Mei 2026

Tokopedia & TikTok Shop

Tarif komisi dinamis naik dan batas maksimumnya dilonggarkan menjadi Rp650.000 per item, hampir 15 kali lipat dari sebelumnya (UKM Indonesia)

2 Mei 2026

Shopee

Tarif program Gratis Ongkir XTRA disesuaikan naik (UKM Indonesia)

1 Mei 2026

Tokopedia & TikTok Shop

Biaya layanan logistik baru yang ditanggung penjual (UKM Indonesia)

1 Januari 2026

Shopee

Biaya admin per kategori naik, tertinggi 10%, ditambah biaya layanan 3% untuk produk pre-order (Bisnis.com)

1 Oktober 2025

Tokopedia

Biaya layanan naik bertahap, terutama untuk toko Mall dan produk pre-order (Bisnis.com)

Juli–Agustus 2025

Shopee, Tokopedia, TikTok Shop

Biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi yang selesai

Kategori yang paling terdampak adalah produk sehari-hari. Tarif admin 10% di Shopee berlaku untuk fashion, FMCG, pakaian muslim, snack, dan bahan makanan kering, persis jenis barang yang dijual kebanyakan UMKM dan toko kelontong.

Simulasi: Berapa yang Benar-Benar Diterima Seller?

Untuk kaos seharga Rp150.000, seller di marketplace bisa kehilangan sekitar Rp27.500 atau 18% per transaksi, sebelum biaya iklan.

Asumsi: produk fashion, harga pokok (HPP) Rp80.000, ikut program gratis ongkir dengan tarif 7,5% seperti contoh perhitungan UKM Indonesia.

Komponen

Marketplace

Toko online sendiri

Harga jual

Rp150.000

Rp150.000

Biaya admin/komisi (10%)

Rp15.000

Rp0

Biaya program gratis ongkir (7,5%)

Rp11.250

Rp0

Biaya proses pesanan

Rp1.250

Rp0

Biaya payment gateway (asumsi)

sudah termasuk

Rp4.500

Dana diterima seller

Rp122.500

Rp145.500

Laba kotor (dikurangi HPP)

Rp42.500

Rp65.500

Dengan harga yang sama, laba kotor di toko sendiri lebih tinggi sekitar Rp23.000 per transaksi, atau naik 54%. Angka Rp4.500 adalah asumsi biaya transfer virtual account; tarif sebenarnya tergantung penyedia dan metode bayar. Kalau seller juga memasang iklan di marketplace (umumnya 5% atau lebih), selisihnya makin lebar.

Naik Harga Bukan Jalan Keluar

Menaikkan harga untuk menutup potongan justru membuat potongannya ikut naik, karena biaya marketplace dihitung dari persentase harga jual.

Contoh dari simulasi di atas: agar dana yang diterima sama dengan di toko sendiri (Rp145.500), kaos tadi harus dijual sekitar Rp178.000. Harga naik 19%, dan potongan marketplace ikut naik dari Rp27.500 menjadi sekitar Rp32.400.

Keluhan ini juga muncul dari seller sendiri. Seorang penjual yang diwawancarai Kontan mengatakan bahwa setiap kali ia menaikkan harga, potongan platform ikut membesar (Kontan). Di TikTok Shop, seller mengeluhkan harus menaikkan harga lagi setelah komisi dinamis naik pada 18 Mei 2026 (Bisnis.com).

Masalahnya, pembeli Indonesia sangat sensitif terhadap harga. Ekonom CELIOS Nailul Huda menilai harga yang naik akan membuat konsumen mencari barang yang lebih murah, sementara seller terdorong pindah ke kanal yang biayanya lebih rendah (Kontan).

Pemerintah Mulai Turun Tangan

Pemerintah sudah menyoroti masalah ini, tapi perlindungannya belum menurunkan biaya yang sudah berlaku.

Pada Mei 2026, Menteri UMKM Maman Abdurrahman melarang sementara marketplace menaikkan biaya layanan (Antara). Ia juga meminta marketplace dan penjual terikat kontrak minimal satu tahun, supaya biaya tidak diubah sepihak di tengah jalan (Investortrust). Aturan yang disiapkan juga mendorong agar jenis pungutan disederhanakan dan lebih transparan bagi penjual (Katadata).

Regulasi ini membantu mencegah kenaikan mendadak. Namun selama seller hanya berjualan di marketplace, besaran potongan tetap ditentukan oleh platform, bukan oleh seller.

Strategi: Marketplace untuk Ditemukan, Toko Sendiri untuk Untung

Seller tidak perlu meninggalkan marketplace. Yang perlu diubah adalah perannya: marketplace untuk menjaring pembeli baru, toko online sendiri untuk pembeli yang kembali.

Pola ini sudah dijalankan sebagian seller. Katadata melaporkan seller mulai melirik kanal penjualan mandiri (Katadata), dan ada yang memasang harga lebih rendah di kanal sendiri dibanding di marketplace (Katadata).

Langkah praktisnya:

  1. Hitung ulang margin per kanal. Masukkan semua potongan (admin, program, proses pesanan, iklan), bukan hanya biaya admin.
  2. Bedakan harga. Harga di toko sendiri bisa lebih murah dan tetap lebih untung, karena tidak ada komisi.
  3. Arahkan pembeli ulang ke toko sendiri. Sisipkan kartu ucapan berisi kode kupon di setiap paket marketplace.
  4. Bangun data pelanggan. Di toko sendiri, email dan nomor WhatsApp pembeli menjadi milik Anda, bukan milik platform.
  5. Pakai program loyalitas. Poin, gift card, dan kupon membuat pembeli punya alasan kembali tanpa biaya promosi marketplace.

Agar strategi ini tidak menambah pekerjaan manual, stok dan pesanan dari semua kanal sebaiknya dikelola dalam satu sistem.

ShopUp: Toko Online Sendiri Tanpa Komisi

ShopUp dari Integra by Infinys adalah platform toko online milik sendiri untuk UMKM, dibangun di atas Odoo. Tidak ada komisi per transaksi; seluruh hasil penjualan masuk ke Anda.

Fitur yang sudah terintegrasi:

  • Payment gateway Xendit: transfer bank (virtual account) dan QRIS.
  • Ongkir otomatis Raja Ongkir: biaya kirim dihitung langsung saat checkout.
  • Kupon, gift card, dan program loyalitas: untuk menarik pembeli kembali.
  • Notifikasi email dan WhatsApp: konfirmasi pesanan dan promo ke pelanggan.
  • Stok dan pesanan terhubung ke inventory: pengiriman dibuat otomatis begitu pesanan dikonfirmasi.
  • Siap berkembang ke ERP penuh: akuntansi, pembelian, dan e-Faktur dalam sistem yang sama.

Coba demonya

Lihat langsung alur belanja dari katalog sampai checkout di toko demo Kelontongan.

Ingin hitung berapa margin yang bisa Anda selamatkan? Hubungi tim kami lewat halaman kontak, email sales@isi.co.id, atau telepon 021-2968 2828.

Administrator November 4, 2026
Share this post
Tags
Archive
UMKM Sumber Pertumbuhan Ekonomi ke Depan
UMKM super ekonomi kedepannya untuk Indonesia, dan perlunya diciptakan UMKM-UMKM yang baru